Pengertian Deposito dan Penjelasan Secara Lengkap

Pengertian Deposito

Seringkali banyak orang terutama untuk orang awam kurang begitu paham tentang apa itu deposito dan bagaimana cara kerjanya. Pengertian Deposito adalah sebuah produk perbankan sejenis simpanan yang memiliki jangka waktu tertentu dan menjanjikan suku bunga yang tetap sesuai dengan kesepakatan sebelumnya.

Sementara pengertian resminya dalam Undang-Undang No. 10/1998 Tentang Perubahan Undang-Undang No. 7 Tahun 1992 Tentang Perbankan, dijelaskan bahwa “deposito adalah simpanan yang penarikannya hanya dapat dilakukan pada waktu tertentu berdasarkan perjanjian nasabah penyimpan dengan bank”.

Ada beberapa jangka waktu deposito diantaranya 1 bulan, 3 bulan, 6 bulan, dan 12 bulan namun ada juga banyak bank yang menawarkan jangka waktu hingga 24 dan 36 bulan. Jangka waktu deposito itu sendiri lebih sering disebut “Tenor”.

Jika Anda mencairkan deposito sebelum jangka waktu yang telah disepakati maka akan dikenakan denda yang cukup besar.

Deposito tidak hanya dalam mata uang rupiah namun ada juga yang menggunakan mata uang asing atau valuta asing (valas) dengan mata uang US Dollar, Poundsterling, Euro, Yen atau mataa uang lainnya yaitu deposito valas.

 

 

  • Jenis deposito

Jenis deposito itu sendiri tidak hanya satu tapi ada 3 jenis yaitu Deposito Berjangka (DB), Sertifikat Deposito dan Deposito On-Call. Apakah Anda sudah pernah mendengar istilah-istilah tersebut ?

kalau belum, maka simak penjelasannya dibawah ini.

   1.Deposito Berjangka

Jenis Deposito Berjangka adalah deposito yang diterbitkan dengan jangka waktu bervariasi yaitu 1 bulan , 3 bulan, 6 bulan, dan 12 bulan. Deposito berjangka bisa diterbitkan perorangan atau atas nama lembaga. Penarikan bunga dari deposito berjangka bisa dilakukan setiap bulan atau pada waktu setelah jatuh tempo deposito. Penarikan hasil deposito bisa dilakukan secara tunai atau dipindahbuku ke tabungan jika memiliki rekening pada bank itu dan akan dikenakan pajak 20% dari bunga deposito.

Sistem deposito berjangka ada 2 yaitu :

Deposito Automatic Roll Over (ARO)

Dalam sistem ini deposito berjangka akan otomatis diperpanjang oleh bank ketika deposito telah jatuh tempo namun belum dicairkan. Jangka waktu perpanjangannya sama dengan jangka waktu dari deposito sebelumnya, dengan suku bunga yang berlaku pada saat itu (floating rate).

Sistem ini menguntungkan para pemilik deposito karena deposito yang belum dicairkan akan tetap mendapatkan bunga deposito, tetapi dengan floating rate atau bunga yang berubah-ubah mengikuti suku bunga yang berlaku saat itu akan menjadikan keuntungan tidak menentu.

 

Deposito Non-Automatic Roll Over (Non-ARO)

Kebalikan dari ARO, ketika deposito jatuh tempo dan belum dicairkan maka nilai akhir dari deposito yang didapat tetap dan tidak mendapatkan bunga lagi walaupun uang deposan masih brrada di bank. Bisa juga langsung masuk ke rekening tabungan jika ada kesepakatan sebelumnya.

 

    2.Sertifikat Deposito

Hampir sama dengan deposito berjangka, sertifikat deposito juga memiliki jangka waktu yang sama. Disini yang membedakan adalah sertifikat deposito diterbitkan atas unjuk atau hanya berupa sertifikat, sehingga sertifikat deposito ini bisa untuk diperjualbelikan secara umum dan pencairan bunganya bisa dilakukan di muka.

 

   3.Deposito On Call (DOC)

Deposito On Call adalah deposito yang dikhususkan untuk deposito yang jumlahnya cukup besar, sekitar ≥Rp. 500.000.000 atau yang ekuivalen(tergantung ketentuan tiap-tiap bank). Deposito On Call diterbitkan dengan jangka waktu yang cukup singkat yaitu minimal 7 hari dan maksimal kurang dari 30 hari.

Besarnya suku bunga yang diberikan adalah kesepakatan atau negosiasi dari pihak bank dan  deposan. Untuk mencairkan deposit on call maka pihak deposan harus menghubungi bank 3 hari sebelum hari pencairan deposit on call. Deposit on call adalah sistem deposito yang paling fleksibel.

 

 

  • Suku Bunga

Suku bunga deposito bermacam-macam ditentukan oleh masing masing bank dan berpedoman pada kebijakan dari otoritas bank sentral tertinggi di Indonesia yaitu Bank Indonesia. Tapi yang paling menarik dari  deposito adalah suku bunganya lebih tinggi dari suku bunga tabungan. Bunga yang diberikan deposito sekitar 3% – 7% atau lebih. Sementara suku bunga tabungan hanya berkisar dari 0% – < 3%.

Inilah kenapa Deposito juga merupakan salah satu investasi yang cukup menguntungkan dengan resiko yang rendah. Kenapa resikonya rendah ? karena telah dijamin oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS). Namun ada beberapa syarat dan ketentuan yang harus terpenuhi yaitu jumlah simpanan tidak lebih dari 2 milyar dan suku bunga kurang dari 6,25 % (pada saat tulisan ini dibuat dan akan terus berubah sesuai kebijakan LPS)

Berikut adalah data yang diambil dari situs resmi LPS :

Periode Bank Umum (IDR) Bank Umum (Valas) BPR
12 Jan 2017 – 15 May 2017 6.25% 0.75% 8.75%
15 Sep 2016 – 15 Jan 2017 6.25% 0.75% 8.75%
24 Jun 2016 – 14 Sep 2016 6.75% 0.75% 9.25%
15 May 2016 – 14 Sep 2016 7.00% 0.75% 9.50%
31 Mar 2016 – 14 May 2016 7.25% 1.00% 9.75%
15 Jan 2016 – 14 May 2016 7.50% 1.25% 10.00%
18 Nov 2015 – 14 Jan 2016 7.50% 1.25% 10.00%
08 Oct 2015 – 14 Jan 2016 7.50% 1.25% 10.00%
08 Oct 2015 – 14 Jan 2016 7.50% 1.25% 10.00%
15 Sep 2015 – 14 Jan 2016 7.75% 1.50% 10.25%

 

Pada periode 12 Jan – 15 Mei 2017 dijelaskan bahwa suku bunga yang dijamin oleh LPS adalah 6,25 %.

Maka dari itu jika Anda akan memilih deposito dengan suku bunga lebih dari yang dijamin oleh LPS maka Deposito tersebut tidak akan dijamin. Memang dengan suku bunga yang tinggi maka keuntungan akan lebih tinggi. Jika Anda tidak siap dengan resikonya lebih baik pilih deposito dengan suku bunga yang dijamin LPS.

Pada saat ini rata-rata bank menawarkan suku bunga deposito sekitar 4.5% – 6.5 % ada juga yang lebih.

 

  • Menghitung Bunga Deposito

Untuk menghitung bunga dari deposito Anda perlu tahu dulu berapa bunga diposito Anda.

Karena deposito menerapkan bunga sederhana maka perhitungan bunganya hanya dilakukan sekali.

Berikut adalah cara perhitungan deposito menggunakan bunga sederhana

SI = P . r . t
SI = Simple interest (bunga sederhana)
P  = Principal (pokok)r   = interest rate p.a (tingkat bunga / tahun)
t   = time (dalam tahun)

Contoh Anda memiliki deposito sejumlah Rp. 10.000.000 dengan tingkat bunga 6% selama 6 bulan. berapakah bunga yang akan Anda dapatkan. mari kita hitung bersama.

(Perhitungan menggunakan hari)

           SI = P . r . t

           SI = 10.000.000 x 6 % x (180 : 365)  {diasumsikan dalam 1 bulan 30 hari dan 1 tahun 365 hari}

           SI =  Rp. 295.890,41

          Kemudian dipotong pajak 20 %  dari bunga Rp.  295.890,41 tadi adalah Rp. 59.178,08.

           Total yang Anda dapatkan adalah Rp. 236.712,33.

           Maka bunga deposito yang akan didapatkan per bulan adalah Rp. Rp. 39.452,05

Pajak yang dikenakan pada deposito adalah yang jumlahnya lebih dari Rp. 7.500.000

sesuai  dengan :

Ph Pasal 4 ayat (2) atas Bunga deposito dan tabungan serta diskonto Sertifikat Bank Indonesia (SBI)

Bunga deposito dan jenis-jenis tabungan, Sertifikat Bank Indonesia (SBI) dan diskon jasa giro, tarif sebesar 20% sebagaimana diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 131 tahun 2000 dan turunannya Keputusan Menteri Keuangan Nomor 51/KMK.04/2001

Jadi jika Anda memiliki deposito kurang dari Rp. 7.500.000 maka tidak akan dikenakan pajak. Tetapi biasanya bank jarang sekali memberikan batas minimal deposito dibawah Rp. 7.500.000. Kebanyakan minimal 8 juta – 10 juta.

  • Frekuensi Pemmbayaran Bunga Deposito

Bunga deposito biasanya akan dibayarkan pada saat deposito jatuh tempo (akhir jangka waktu yang telah disepakati) untuk deposito berjangka pendek, atau bunga dibayarkan tiap tahun untuk deposito berjangka panjang. namun ada juga beberapa pilihan pembayaran bunga deposito lainnya:

  •  Tahunan,  bunga dibayarkan tiap akhir tahun
  • Per semester,  bunga dibayarkan tiap 6 bulan
  • Per kuartal,  bunga dibayarkan tiap 4 bulan
  • Bulanan,  bunga dibayarkan tiap akhir bulan
  • Dwi mingguan,  bunga dibayarkan tiap 2 minggu
  • Mingguan, dibayarkan tiap akhir minggu
  • Jatuh tempo,bunga dibayarkan saat deposit jatuh tempo

 

 

  • Kelebihan Deposito

    1.Bunga Lebih Besar

Seperti yang sudah dijelaskan tadi bunga deposito jauh lebih tinggi dari tabungan. Jika Anda memang memiliki uang yang sementara menganggur (idle cash) ada baiknya Anda lebih memilih untuk menyimpan uang tersebut pada deposito dengan jangka waktu sesuai kebutuhan Anda daripada hanya mengendap di rekening tabungan.

 

       2.  Sarana Investasi yang Relatif Stabil

Investasi pada deposito merupakan investasi yang Low-Risk, Low Return. Memang hasil dari deposito tidak akan sebanyak dari obligasi atau saham. Namun yang perlu diingat bahwa dalam deposito nilai pokok tidak akan berkurang. Berbeda dengan saham dan obligasi yang nilai pokoknya bisa fluktuatif.

Nilai pokok obligasi bergantung pada pergerakan suku bunga, jikalau suku bunga naik maka nilai oblligasi akan turun. Hal yang sama juga terjadi pada saham yang tergantung dari kondisi pasar.

Sementara itu deposito memiliki tingkat bunga yang tetap selama tenor atau jangka waktu yang telah disepakati dan nilai pokok tidak akan berkurang.

 

        3. Aman karena Dijamin oleh LPS

Selain nilai pokok yang tidak akan berkurang, Deposito juga aman karena telah dijamin oleh lemaga LPS. Namun, LPS sendiri memberikan syarat yaitu jumlah deposito kurang dari Rp. 2 Milyar dan memiliki suku bunga kurang dari atau sama dengan 6.25 % (bisa berubah sewaktu-waktu tergantung kebijakan pemerintah)

 

       4. Bebas Biaya Administrasi Bulanan

Tidak seperti tabungan yang dikenakan biaya administrasi per bulannya, deposito tidak dikenakan biaya administrasi bulanan. Namun saat pencairan akan dipotong pajak 20%

 

        5.  Bisa untuk Jaminan Pinjaman atau Kredit

Jika Anda ingin mengajukan kredit di bank maka deposito bisa jadi jaminannya. Karena  selain sebagai simpanan berjangka deposito juga bisa digunakan sebagai jaminan kredit.

 

6. Syarat Mudah

Persyaratan membuka deposito sangatlah muda yaitu hanya dengan membawa identitas diri seperti KTP/SIM/Paspor, NPWP, dan sejumlah uang yang didepositokan

 

  • Kekurangan Deposito

       1. Lemah Terhadap Inflasi

Meski memiliki nilai bunga yang tinggi, namun bunga tersebut tidak berarti jika inflasi tinggi.  Ditambah lagi dengan pemotongan bunga deposito dari pajak sejumlah 20% jika nilai pokok lebih dari Rp. 7.500.000

 

       2.  Hasil Lebih Kecil

Deposito dengan keunggulannya yang rendah resiko berbanding lurus dengan kelemahannya yaitu imbal hasil yang kecil bila dibandingkan dengan investasi lainya.

 

       3.  Kurang Fleksibel

Dengan jangka waktu atau tenor yang telah ditetapkan sesuai kesepakatan sebelumnya. Deposito hanya boleh diambil ketika jatuh tempo.

Jika Anda mengambil deposito sebelum jatuh tempo maka akan dikenakan biaya penalty sekitar 1-3% dari nilai pokok deposito, bunga deposito tidak dibayarkan atau bunga yang dibayarkan lebih rendah.

 

Itulah pembahasan tentanga deposito, jika ada pertanyaan silahkan tinggalkan pada kolom komentar