Manakah yang Anda Pilih, Investasi Emas atau Reksa Dana ?

 

Investasi emas atau investasi reksadana ? kebanyakan orang pasti akan lebih memilih emas sebagai pilihan investasi mereka.

emas atau reksa dana

 

Alasannya biasanya simpel sekali. Karena emas ada wujudnya, bisa dijual sewaktu-waktu, juga menunjukan status sosial yang tinggi karena biasanya orang yang punya emas banyak adalah golongan orang kaya.

Atau karena kebanyakan masyarakat Indonesia masih belum mengenal apa itu reksadana.

Apakah Anda juga berpikir demikian?.

Jika iya, mari kita bandingkan antara berinvestasi emas dengan reksa dana

 

 

Investasi Emas

Emas adalah investasi yang paling populer dari zaman dahulu kala, mungkin kakek atau orang tua Anda sudah dari dulu menginvestasikan sebagian hartanya pada emas.  Karakteristik emas yang memiliki bentuk secara fisik dan mudah untuk dijual kembali menjadikan banyak orang memili untuk berinvestasi emas.

Namun kebanyakan orang salah kaprah membeli emas yang berupa perhiasan untuk berinvestasi.  Karena emas perhiasan perhitungannya termasuk juga dalam komponen biaya pembuatannya tidak hanya kadar emasnya saja. Untuk itu belilah emas standar Logam Mulia (LM) yang kadar emasnya 99,9% murni.

Investasi emas idealnya untuk jangka panjang atau sekitar 10 sampai 25 tahun.  Karena jika kurang dari lima tahun harganya masih berfluktuatif atau tidak menentu.

Bisa jadi jika Anda membeli emas tahun ini,  setahun kemudian harganya justru lebih rendah dari harga tahun lalu.

Lihat pada grafik dibawah ini harga emas befluktuasi bahkan cenderung turun pada bulan november hingga januari Namun pada bulan maret mulai beranjak naik.

 

grafik harga emas dalam 1 tahun terakhir

Harga emas 2017

 

 

 

Namun jika Anda berinvestasi dalam jangka panjang maka berdasarkan grafik dibawah harganya akan naik terus, walaupun ada saat dimana emas turun tapi pada akhirnya akan terus mengalami kenaikan lagi.

Grafik harga emas 2007-2017

harga emas 10 tahun

 

Dari grafik diatas dapat disimpulkan bahwa harga emas dari tahun 2007 sampai tahun 2017 (10 tahun) cenderung mengalami kenaikan.  Walaupun pada tahun 2012-2013 harga emas sempat mengalami kemerosotan, namun kembali stabil lagi pada tahun 2014.

Dari tahun 2007 sampai 2017 kenaikan harga emas sekitar 250 %

 

 

Investasi Reksa Dana

Walaupun akhir-akhir ini mulai banyak orang yang berinvestasi reksa dana namun masih banyak sekali masyarakat indonesia yang belum mengerti tentang apa itu reksa dana.

Reksa dana adalah sebuah wadah pengelolaan dana atau modal bagi kumpulan investor-investor untuk berinvestasi dalam instrumen investasi yang tersedia di Pasar Modal dengan cara membeli unit penyertaan reksa dana yang dijual oleh Manajemen Investasi.

Secara mudah dapat diartikan Anda dan investor-investor lainnya mengumpulkan uang yang akan dikelola oleh manajer investasi untuk diinvestasikan pada instrumen-instrumen di pasar modal.

Jadi disini Anda tidak perlu repot dan bingung karena uang Anda dikelola oleh seorang yang profesional di bidang investasi.

Baca Juga : Alasan Kenapa Anda Harus Memilih Investasi Reksa Dana

Dapat kita lihat pada grafik di bawah ini, dalam 10 tahun terakhir reksa dana saham membukukan kenaikan hingga 336 % untuk produk reksa dana saham Schorder Dana Prestasi.

Pratama saham dengan kenaikan sebesar 376 % dalam 10 tahun terakhir. Sementara Batavia saham naik hingga 261 %

 

 

grafik reksa dana

 

 

Fakta Tentang Emas dan Reksa Dana

Data yang diambil dari situs bisnis dan ekonomi “Bloomberg”  dalam 5 tahun terakhir menunjukkan bahwa keuntungan yang didapatkan dengan investasi emas cenderung menurun atau stagnan, berbeda dengan reksadana obligasi yang seringkali meningkat. (dapat dilihat pada grafik diatas)

Selain itu, kini emas tidak seperti 12 tahun yang lau. Dulu, kenaikan emas tiap tahunnya bisa lebih dari 12%.

Dalam 10 tahun terakhir, kenaikan harga emas mulai terbatas, hanya 10-12% setiap tahunnya. Bahkan, dalam 5 tahun terakhir kenaikan harga emas hanya 6% – 7% per tahun.

Dengan return 6% – 7%, nilai tersebut hanya bisa mengimbangi nilai inflasi yang prosentasenya hampir sama tiap tahunnya. Artinya dengan berinvestasi emas menjaga uang Anda dari inflasi.

Menyimpan emas sama saja meilindungi Anda tetap kaya, bukan menjadikan Anda kaya.

 

Sementara return atau imbal hasil reksa dana saham setiap tahunnya rata-rata mencapai di atas 17%, bahkan bisa di atas 20%. jauh dari bunga deposito dan kenaikan angka inflasi yang berada pada kisaran 6% – 7% per tahunnya.

Namun reksa dana saham adalah aset yang hanya berupa unit penyertaan dan tidak memiliki wujud fisik seperti emas. Risiko jenis investasi ini  lebih tinggi dibandingkan dengan emas karena pergerakannya sangat sensitif pada pertumbuhan ekonomi.

Saat ekonomi mengalami penurunan maka reksa dana saham juga akan mengalami kemerosotan. begitu juga sebaliknya saat perekonomian mengalami perkembangan yang bagus maka reksa dana akan mengahsilkan return yang tinggi.

Untuk reksa dana campuran yang alokasinya pada saham dan obligasi mampu menghasilkan rata-rata 10% – 15% per tahun

Sementara keuntungan reksa dana pendapatan tetap yang mengacu pada obligasi dan surat utang serta, menghasilkan return rata-rata 7% – 12% per tahun.

Sedangkan reksa dana pasar uang yang alokasinya pada sektor pasar uang, deposito dan obligasi,  hanya menghasilkan return rata-rata 6% – 7% per tahunnya. Reksa dana ini cocok bagi Anda yang konservatif karena memilik resiko yang cukup rendah.

 

Perlu diperhatikan, sebelum Anda memutuskan berinvestasi pada emas atau reksa dana saham, Anda perlu melihat profil risiko Anda supaya tujuan investasi Anda bisa tercapai dengan mempertimbangkan antara perolehan return dengan risiko yang bersedia Anda terima.  Karenak emas dan reksa dana saham memiliki karakteristik yang berbeda dalam menghasilkan keuntungan dan risiko.