Alasan Kenapa Anda Harus Memilih Investasi Reksadana

Daripada Anda menghamburkan kelebihan uang Anda hanya untuk membeli sesuatu yang sebenarnya tidak terlalu dibutuhkan, ada baiknya jika Anda mencoba berinvestasi mulai saat ini.

Dan kalimat yang sering muncul adalah “Investasi kan butuh modal yang besar, sementara saya masih harus memenuhi kebutuhan sehari-hari”,  “Investasi risikonya tinggi dan ribet,lebih baik uangnya ditabung saja lebih mudah”, ada juga  “Investasi untungnya lama lebih baik beli smartphone keluaran terbaru”.

Itulah beberapa kalimat yang sebenarnya kurang benar.

Investasi adalah hal yang sangat penting untuk dilakukan jika ingin hidup lebih mudah di masa yang akan datang. Bahkan kita seringkali tidak menyadari dengan kita bersekolah dan memiliki pendidikan merupakan suatu investasi terbesar dalam hidup kita.

 

Menanggapi beberapa pernyataan yang sering muncul tentang investasi yang memerlukan modal besar, risiko yang tinggi, pengelolaan investasi yang terlalu kompleks.

Memang hal tersebut tidak sepenuhnya salah, namun jika Anda masih memiliki pemikiran yang tertutup seperti itu bisa jadi hidup Anda tidak akan berkembang jadi lebih baik terutama dalam masalah ekonomi.

Berinvestasi terutama dalam sektor saham, obligasi, valuta asing, emas dan lain sebagainya memang membutuhkan modal yang cukup besar.

Contohnya saham, jika anda ingin membuka sebuah “account” untuk bertrading saham biasanya modal awal yang dibutuhkaan lebih dari 10 juta.

Apalagi jika ingin berinvest di sektor properti seperti tanah dan rumah, modal yang dibutuhkan jauh lebih besar bahkan mencapai milyaran.

 

reksadana

 

Bagaimana jika kita hanya punya uang yang terbatas ? apakah kita tidak bisa berinvestasi ?

Hal tersebut bisa diatasi dengan sebuah investasi yang bernama reksadana.

Pengertian reksadana Reksadana adalah sebuah wadah dan pola pengelolaan dana atau modal bagi kumpulan investor untuk berinvestasi dalam instrumen investasi yang tersedia di Pasar Modal dengan cara membeli unit penyertaan reksadana.

(Baca Juga : Apa itu Reksa Dana ?)

Pengertian secara mudahnya, Anda bersama investor-investor lain mengumpulkan sebuah dana yang akan dikelola oleh beberapa profesional yang disebut Manajer Investasi, untuk diinvestasikan ke dalam beberapa instrumen di pasar modal. Kemudian pencatatan akan dilakukan oleh pihak independen yaitu bank kustodian.

 

Kenapa Anda harus berinvestasi pada reksadana :

 

 1. Modal yang Relatif Terjangkau

Jika anda ingin berinvestasi namun terkendala dengan modal yang bisanya cukup besar, maka reksadana bisa menjadi solusinya.

Berinvestasi di reksadana kini hanya perlu uang minimal 100 ribu saja, iya, hanya dengan 100 ribu secara langsung Anda sudah bisa menjadi seorang investor yang turut serta memiliki saham di beberapa perusahaan terkenal.

Kini beberapa Manajemen Investasi (MI) lebih memudahkan para calon investor dengan mensyaratkan pembelian Unit Penyertaan minimal 100 ribu rupiah saja.

Hal ini sangat memudahkan bagi calon investor terutama yang sangat awam akan investasi untuk berani mencoba berinvestasi.

Karena kebanyak orang terutama yang awam dengan investasi akan merasa cemas jika uang mereka dengan jumlah yang besar tidak mereka pegang dengan tangan mereka sendiri.  Dengan nominal yang relatif kecil tidak akan menjadikan beban pikiran bagi orang yang awam.

Hal ini juga bisa dimanfaatkan untuk sarana belajar menganalisa pergerakan Index saham yang dalam hal ini terangkum dalam Nilai Unit Penyertaan / NAB, yang akan berubah-ubah setiap hari, bulan dan setiap tahunnya.

Mungkin saja bagi mereka yang sudah merasakan keuntungan (gain) dari reksadana serta bisa menganalisa dan mempelajari bagaimana pergerakan index, akan menambah modal mereka dan bahkan akan membeli saham secara perorangan.

 

 

  2. Pengelolaan Dana Secara Profesional

 

Keunggulan reksadana yang paling penting adalah sistem pengelolaannya yang dilakukan oleh ahlinya yaitu Manajer Investasi.

Disini Anda diuntungkan karena tidak perlu repot-repot mengelola Investasi Anda sendiri. Tidak perlu bisa membaca pergerakan saham, tidak perlu menganalisa perusahaan manakah yang akan Anda beli sahamnya, kapan Anda membeli atau menjual saham tersebut. Sebagai investor pada reksadana hal tersebut tidak perlu Anda kuasai karena sudah ada Manajer Investasi yang melakukan hal itu.

Hemat waktu, tenaga, dan pikiran, bukan ?

Manajer Investasi adalah yang mengelola dana para pemegang Unit Penyertaan reksadana, Manajer Investasi akan menentukan saham apa yang akan dibeli, kapan saham tersebut dibeli, berapa lama saham tersebut ditahan, dan kapan waktu yang tepat menjual saham tersebut.

Apakah Manajer Investasi dapat dipercaya ? tentu saja, karena Manajer Investasi harus memiliki sertifikasi dan saringan dari regulator pasar modal serta dipilih melalui proses seleksi yang ketat. Karena itu bisa dikatakan seorang manajer investasi adalah seorang expert di bidang ini.

Namun perlu Anda catat untuk tidak memilih Manajer Investasi secara sembarang jangan hanya tergiur dengan promo dan iming-iming untung yang besar Anda terjebak.

Pilihlah Manajemen Investasi yang sudah terpercaya dan tahan banting, tahan banting maksudnya telah mengalami pasang surut dalam mengelola reksadana namun masih tetap beridiri sampai saat ini.

Penting untuk diingat juga bahwa Manajemen Investasi harus mendapatkan izin resmi dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

 

 

   3. Investasi yang Ter-Diversifikasi

Yang perlu diketahui disini adalah reksadana memiliki beberapa jenis diantaranya adalah Reksadana Saham, Campuran, Pendapatan Tetap, Pasar Uang dan Index. Masing-masing jenis tersebut memiliki tingkat keuntungan dan risiko yang berbeda-beda.

Ada pepatah mengatakan “Jangan menaruh semua telur pada keranjang yang sama” Anda pasti sudah mengerti maksudnya. Begitu pula dengan investasi jangan menaruh semua investasi Anda pada satu jenis instrumen saja seperti berinvestasi pada saham suatu perusahaan itu saja.

Pembagian sektor investasi menjadi penting untuk diperhatikan untuk meminimalisir risiko karena jika Anda mengalami kerugian pada satu sektor maka masih ada sektor lainnya yang masih untung.

(Baca Juga : Jenis-Jenis Reksa Dana dan Tingkat Risikonya)

Keuntungan berinvestasi pada reksadana adalah diversifikasi investasi, yaitu penempatan dana atau aset investasi kedalam beberapa instrumen yang berbeda dengan pertimbangan potensi keuntungan (return), risiko, serta likuiditasnya.

misalkan jika Anda berniat membeli reksadana saham, maka tidak sepenuhnya dana Anda diinvestasikan dalam bentuk saham. 80-100% dalam bentuk saham, 0-20% Obligasi atau Pasar Uang.

Dalam Reksadana Campuran diversifikasinya lebih kompleks lagi  40-60% Saham, 40-60% Obligasi dan 0-20%  Pasar Uang.

Diversifikasi akan dilakukan oleh Manajer Investasi dengan memperhatikan komposisi mana yang paling menguntungkan dan meminimalisir risiko yang mungkin terjadi. Untuk mengetahui komposisi diversifikasi sebelum membeli reksadana bisa dibaca dalam prospektus reksadana tersebutt.

 

 

  4. Keuntungan (Return) Reksadana Lebih Besar

Perbandingan antara investasi reksadana dengan emas, jumlah keuntungan (return) reksadana ternyata lebih besar. Hasil tersebut diambil dari catatan perbandingan keuntungan selama 5 tahun terakhir yang dilakukan oleh situs bisnis ekonomi Bloomberg.

Dari perbandingan antara reksadana obligasi dan harga emas dalam satuan kurs Dollar, keuntungan yang didapatkan reksadana obligasi ternyata  lebih besar beberapa persen dari emas.

Pemilihan perbandingan reksadana obligasi dilakukan karena pada dasarnya reksadana jenis obligsi memiliki tingkat risiko yang sepadan dengan emas. Hal ini tentu berbeda jika membandingkan dengan reksadana saham yang risikonya jauh lebih tinggi.

Data lain juga menunjukkan bahwa keuntungan yang didapatkan dengan investasi emas cenderung menurun atau stagnan, berbeda dengan reksadana obligasi yang seringkali meningkat.

Investasi reksadana juga lebih menguntungkan dibanding deposito atau instrumen lainnya. Karena adanya diversifikasi investasi dan bebas pajak untuk reksa dana tertentu. Seperti, Reksadana Pendapatan Tetap yang menempatkan sebagian besar dananya pada obligasi, Anda akan mendapatkan imbal hasil bebas pajak.

 

 

  5. Kemudahan Mengakses Reksadana

Saat ini banyak sekali Manajemen Investasi yang menawarkan transaksi reksadana secara online. Anda bisa melakukan pembelian atau penjualan unit tanpa harus keluar rumah, lewat situs yang telah disediakan oleh beberapa perusahaan Manajemen Investasi.

Melakukan pembayaran untuk membeli Unit penyertaan atau menerima hasil dari keuntungan penjualan reksadana bisa langsung ditransfer ke rekening Anda.

Untuk memantau pergerakan Nilai Aktiva Bersih (NAB) juga bisa dilakukan secara online dan real time. Bahkan untuk mendaftar, kini juga bisa secara online tanpa harus pergi ke kantor perusahaan tersebut.

Selain itu ada juga supermarket reksadana, disini Anda bisa membeli reksadana dari beberapa manajemen investasi tanpa perlu mendaftar dahulu pada manajemen investasi tersebut. Hal ini sangat berguna karena disini Anda bisa membandingkan beberapa Manajemen Investasi dan memilih yang peling tepat untuk Anda.

 

 

6. Aman dan Transparan

Selain mudah, reksadana juga aman dan transparan. Karena sebelum membeli reksadana Anda akan membaca prospektus yang didalamnya terdapat laporan keuangan yang telah diaudit.

Selain itu Anda juga bisa memantau dana yang dikelola yang bisa dilihat di website Manajemen Investasi tersebut.

yang menjadikan lebih aman adalah dana milik Anda akan disimpan pihak ketiga yang independen, yaitu di Bank Kustodian, bukan manajer investasi, hal itu dilakukan untuk mencegah perusahaan bodong yang ingin melarikan dana nasabahnya.

 

Itulah beberapa alasan mengapa Anda sebaiknya berinvestasi reksadana. Jika masih ada yang ingin ditanyakan silahkan tulis di kolom komentar.

  • bebek

    Based from true story wkwk

    • Ardiansyah Abdillah

      Based “on” true story kali :v

%d bloggers like this: