Cara Menghitung Angsuran Bunga Flat (Flat Rate)

Pada suatu saat Anda sangat membutuhkan sebuah barang tapi di sisi lain dana Anda kurang mencukupi untuk membeli barang tersebut.

Nah, di sinilah seringkali kita mendengar kata-kata cicilan atau kredit barang.

flat rate bunga tetap

Pembelian secara kredit gampangnya adalah kita dihutangi terlebih dahulu untuk mendapatkan suatu barang atau jasa, kemudian tiap periode tertentu (biasanya bulanan) kita wajib membayar angsuran sejumlah tertentu yang sudah termasuk bunga dari hutang kita.

Pembayaran secara ngangsur atau nyicil sering ditawarkan oleh pemberi kredit (pedagang dan juga lembaga keuangan) kepada para calon pembeli yang belum mempunyai dana yang cukup untuk melunasi barang itu.

Pihak pemberi kredit dan penerima kredit melakukan persetujuan untuk melakukan pembayaran secara nyicil (installment) dengan jumlah dan jangka waktu tertentu. baik dengan uang muka ataupun tidak.

Kita tentu sering mendengar ataupun juga mengalami mendapatkan suatu barang tanpa mengeluarkan biaya sedikitpun pada awalnya. Enak banget kan, gak keuarin duit dapet kulkas misalnya. Namun Anda harus membayar sejumlah tertentu tiap bulannya ditambah dengan bunga tentunya.

Kalau bisa sih hindari yang namanya utang kalau gak penting-penting amat. Masa’ panci aja kredit, Buk… ? hehehe  mungkin nabung seminggu aja udah dapet.

Memang sih, kalau Anda mau kredit sesuatu pasti sudah ada brosur dimana disitu sudah ada pilihan jangka waktunya dan jumlah angsurannya tiap bulan, tinggal pilih mana yang pas sama kantong.

Tapi gak ada salahnya jika Anda tahu bagaimana cara menghitung besar cicilan, kali ini saya akan membahas tentang Tingkat Bunga Flat (Flate Rate). Bunga flat yang satu ini jumlahnya akan tetap terus sampai lunas, berbeda dengan Bunga Efektif, dan Anuitas yang menurun seiring berkurangnya jumlah pinjaman.

 

Langsung aja deh, masuk ke contoh kasus

ceritanya Anda membeli Kulkas dengan harga Rp. 10.000.000 . Pada saat itu penjualnya minta uang muka sebesar 2.000.000 dan angsurannya selama 6 kali dengan jumlah yang sama tiap bulannya. Si penjualnya memberikan tingkat bunga flat  5% p.a . Nah sekarang kita hitung angsuran yang akan Anda bayarkan tiap bulannya.

P = Rp. 8.000.000 ( 10.000.000 – 2.000.000)

r = 5% p.a = 0,05

t = 6/12

S = P (1+r t)

= Rp. 8.000.000 × (1+(0,05×\frac{6}{{12}})

= Rp. 8.200.000

Ini adalah total yang harus Anda bayarkan. Kemudian dari total tersebut dibagi dengan jumlah berapa kali Anda menyicil, yaitu tiap bulan selama 6 bulan. Jadi

Cicilan per Bulan (Bunga Flat) = Rp. 8.200.000 : 6

= Rp. 1.366.666

Mudah bukan caranya.

FYI jika Anda akan melakukan pinjaman atau kredit barang dll. Sebaiknya tanyakan dulu metode perhitungan bunganya.

Metode perhitungan bunga menggunakan flat rate jatuhnya lebih banyak jumlah bunga yang harus Anda bayarkan dibanding dengan metode Anuitas dan Bunga Efektif