Bagaimana Cara Kerja Reksa Dana ? Ini Dia Penjelasannya

Bagi sebagian orang yang sudah berinvestasi reksa dana maka sudah tidak akan bingung lagi bagaimana cara kerja reksa dana. Namun jika Anda yang baru mengenal reksa dana tentu akan mengalami kebingungan tentang bagaimana cara kerja reksa dana tersebut.

cara kerja reksa dana

Sedikit kita singgung kembali dalam reksa dana, Anda bersama dengan para investor lain mengumpulkan sejumlah dana kepada manajer investasi yang akan diinvestasikan pada beberapa portofolio instrumen investasi meliputi saham, obligasi, pasar uang atau campuran antara ketiga instrumen tersebut.

 

Bagaimanakah Cara Kerja Reksa Dana

Bagaimanakah cara kerja reksa dana ? inilah pertanyaan yang paling sering muncul terutama oleh orang yang masih awam dengan reksa dana termasuk saya dahulu ketika pertama kali mendengar reksa dana.

Banyak sekali orang yang tidak mengetahui dan memahami cara kerja reksa dana akhirnya urung untuk menginvestasikan uangnya pada reksa dana.

Berikut adalah gambaran tentang cara kerjanya

 

1. Anda harus membaca dan mempelajari prospektus dan portofolio reksa dana

2. Anda membeli sejumlah Unit Penyertaan dari Manajer Investasii

3. Selanjutnya, Anda akan menerima Unit Penyertaan sesuai dengan
harga reksa dana per unitnya (dinyatakan dengan NAB/Unit Penyertaan)

4. Anda akan menerima laporan tentang kinerja reksa dana, perubahan harga NAB/Unit Penyertaan,
dan portofolio efek dari manajer investasi secara berkala.

5. Pada saat waktu dirasa tepat untuk mendapat keuntungan (return).
Anda dapat menjual kembali Unit Penyertaan yang Anda miliki kepada manajer Investasi.

Pertama kali sebelum membeli reksa dana Anda wajib untuk membaca dan mempelajari prospektus dari suatu produk reksa dana yang diterbitkan oleh manajer investasi.

Mengapa Anda perlu membaca prospekstus terlebih dahulu ?

Ini adalah hal yang tidak boleh dilewatkan. Kebanyakan orang malas untuk membacanya karena biasanya berisi puluhan lembar tulisan yang cukup membosankan untuk dibaca. Dan pada akhirnya kebenyakan dari mereka lebih memilih untuk mengabaikannya.

Bagi Anda yang baru mengenal atau sudah memiliki reksa dana sebaiknya prospektus Anda pelajari dengan seksama karena didalamnya berisi diantaranya tentang  :

1. Tujuan Investasi dan Kebijakannya, pada dasarnya setiap reksa dana pasti memiliki tujuan yang berbeda begitu juga dengan kebijakan dan cara pengelolaannya. Dan pada dasarnya setiap investasi bertujuan untuk memperoleh keuntungan yang optimal.

2. Kinerja Reksa Dana, dalam prospektus pasti terdapat sejarah kinerja pada masa lalu dalam beberapa periode. Hal ini bisa Anda gunakan untuk menilai bagaimana kinerja suatu reksa dana sebelum membelinya. Namun, yang perlu untuk dipahami bahwa kinerja masa lalu tidak bisa menjamin kesamaan kinerja pada masa yang akan datang.

3. Strategi Investasi, berbagai jenis reksa dana tentu memiliki strategi yang berbeda antara satu dengan yang lain, Karena itu pentingnya mempelajari prospektus karena disini akan dijelaskan bagaimana dana yang telah terkumpul diinvestasikan ke dalam beberapa jenis instrumen investasi seperti saham, obligasi, atau pasar uang.

Baca Juga : Jenis-Jenis Reksa Dana dan Tingkat resikonya

4. Biaya, dengan menggunakan jasa seorang manajer investasi tentu ada biayanya. dalam prospektus Anda akan dijelaskan secara detail berapa biaya yang dikenankan saat melakukan pembelian (Subscription Fee), penjualan (Redemption Fee), pengalihan (Switching Fee).Biaya pengalihan (Switching Fee) adalah biaya yang dikenakan saat Anda akan mengalihkan Unit Penyertaan pada suatu produk reksa dana ke produk reksa dana lainnya. Contoh : Anda memiliki beberapa UP reksa dana Saham dan ingin mengalihkan pada reksa dana pendapatan tetap (obligasi).

5. Informasi bagi Investor, informasi tentang minimum pembelian, tata cara pembelian, penjualan atau pengalihan, status hukum, Bank Kustodian yang bekerja sama, dan informasi lain yang terperinci untuk para investor.

6. Profil Finansial Reksa Dana, menjelaskan Nilai Aktiva Bersih (NAB) dari awal periode hingga perkembangan NAB periode terkini.

 

 

Setelah Anda membaca dan mempelajari prospektus, kemudian Anda memutuskan untuk membeli suatu reksa dana tersebut.

Saat Anda membeli harga reksa dana tersebut dinyatakan sebagai NAB/Unit Penyertaan.

Misalkan Anda membeli reksa dana “XYZ” dari suatu manajer investasi pada harga Rp. 1000/Unit sebesar Rp. 1.000.000.

Unit yang Anda peroleh adalah 1.000 Unit Penyertaan.

Anda bisa memantau pergerakan harga NAB/Unit melaui media cetak atau lebih mudahnya secara online dengan mengecek website manajer investasi reksa dana tersebut.

Perubahan harga NAB/Unit akan disajikan harian secara berkala. Namun pada hari akhir pekan (weekday)  yaitu sabtu dan minggu tidak dilakukan dan akan diperbarui pada hari senin pekan depan.

Setelah beberapa bulan ternyata reksa dana “XYZ” mengalami kenaikan menjadi Rp. 1.500/Unit.

Dan saat itu jika Anda merasa waktu tersebut tepat untuk mengambil keuntungannya (return) , Anda bisa menjual kembali reksa dana anda pada manajer Investasi.

Cara perhitungan keuntungannya adalah :

Unit Penyertaan × NAB/Unit (pada saat itu)

1.000 Unit × Rp. 1.500 Rp. 1.500.000,-

return yang Anda peroleh adalah Rp. 1.500.000,-

dengan modal awal Rp. 1.000.000 dan mendapatkan Rp. 1.500.000 maka keuntungan yang Anda peroleh adalah Rp. 500.000,-

namun kembali lagi, Keuntungan ini belum bersih karena akan dipotong biaya Penjualan (Redemption Fee) yang besarnya sudah dijelaskan pada prospektus yang Anda baca sebelum membeli reksa dana.

 

Berinvestasi reksa dana adalah solusi terbaik bagi Anda yang masih awam dengan dunia investasi dan pasar modal. Anda tidak perlu repot-repot memikirkan ke instrumen mana uang Anda diinvestasikan karena hal tersebut telah ditangani oleh manajer investasi.

Saya harap Anda makin mengerti dan memahami reksa dana setelah Anda mempelajari bagaimana cara kerja reksa dana secara sederhana diatas.