Pengertian Saham dan Bagaimana Mekanismenya?

pengertian saham, mekanisme saham

Tentu hampir semua Anda yang membaca tulisan ini pasti pernah mendengar kata “Saham”! Tapi apa sih sebenarnya pengertian saham itu? dan bagaimana cara kerjanya?

Menurut wikipedia Saham adalah satuan nilai dalam berbagai instrumen finansial yang mengacu pada bagian kepemilikan sebuah perusahaan.

Sedangkan menurut Bursa Efek Indonesia (BEI) definisi Saham adalah suatu tanda penyertaan modal dalam suatu perusahaan atau perseroan terbatas. Karena ikut menanamkan modal maka pemilik saham punya klaim atas pendapatan perusahaan, klaim atas asset perusahaan, dan berhak hadir dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).

Nah, dari sini apakah masih bingung?

Secara sederhananya, Saham adalah surat berharga yang menunjukkan bahwa Anda (pemegang saham) ikut menanamkan modal di suatu perusahaan, sehingga Anda turut punya bagian kepemilikan atas perusahaan tersebut.

Karena Anda (pemegang saham) ikut memiliki perusahaan, maka tentunya Anda berhak atas pendapatan usaha (deviden), klaim atas aset perusahaan (jika misal bangkrut / likuidasi), dan suara Anda bisa didengar dan diperhitungkan saat Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).

Saham bisa dijadikan instrumen investasi yang sangat menguntungkan loh… bahkan lebih menguntungkan dari deposito, investasi emas, obligasi, ataupun reksadana. Namun yang perlu dicatat juga, risiko kerugiannya juga besar, berbanding lurus dengan tingkat keuntungannya. Kalau bahasa di dunia investasi namanya High Risk High Return.

Baca Juga: Kenapa Harus Investasi di Saham?

Kemudian bagaimana mekanisme saham ?

Saya beri contoh sederhananya, misalkan tetangga Anda, Pak Umar, ingin membuka usaha beternak ayam “Mantap Jaya”. Pak Umar membutuhkan dana sebesar 100 juta rupiah untuk membangun kandang, membeli bibit ayam, pakan dan keperluan lainnya. Namun Pak Umar cuma memiliki uang 30 juta saja.

Akhirnya Pak Umar berinisiatif untuk mengajak temannya menanamkan modal di usahanya, diantaranya Pak Rudi 25 juta, Pak Rahman 20 juta, Pak Arif 15 Juta dan Pak Bahri 10 Juta.

Jika dihitung kepemilikan “Mantap Jaya” adalah

Pak Umar           : 30 Jt/100 x 100% = 30%

Pak Rudi             : 25 Jt/100 x 100% = 25%

Pak Rahman       : 20 Jt/100 x 100% = 20%

Pak Arif               : 15 Jt/100 x 100% = 15%

Pak Bahri             : 10 Jt/100 x 100% = 10%

Setelah satu tahun menjalankan usaha “Mantap Jaya” memiliki keuntungan bersih sebesar 30 Juta (sudah dikurangi gaji karyawan dan biaya operasional). Dari situ kelima orang tersebut melakukan rapat dan keputusannya 10 juta akan digunakan untuk pengembangan usaha, sementara yang 20 juta akan dibagikan. Nah dari 20 juta tersebut akan dibagikan sesuai persentase kepemilikan di atas.

Bagaimana kalau di saham yang diperdangkan di Bursa?

Pada perusahaan yang telah listing di bursa efek, kepimilikan perusahaan akan dinyatakan dalam bentuk lembar saham. Misalnya saja PT. Indofood Sukses Makmur, perusahaan tersebut memiliki total saham beredar sebesar 8.780.426.500 lembar dengan harga saat ini misal Rp. 7000,- / lembar. Jangan dibayangkan ada lembaran kertas sebanyak 8,78 milliar lembar ya..

Karena dalam praktiknya saham tersebut hanya akan dinyatakan dalam portfolio Anda sejumlah saham yang Anda miliki dan juga valuasi atau nilai dari sejumlah saham tersebut.

Misal Anda memiliki 1000 lembar saham PT. Indofood dengan harga Rp. 7000,- maka dalam portfolio anda akan tercatat 1000 lembar dengan nilai Rp. 7.000.000.

Dan misal pada suatu hari PT. Indofood membagikan deviden sebesar Rp 300 per lembar saham, maka Anda akan mendapat deviden sebesar Rp. 300.000

Deviden diterima   = Jumlah kepemilikan saham x deviden per lembar

= 1.000 x Rp. 300
= Rp.300.000

Kurang lebih begitulah mekanisme saham…

Berbicara soal Indofood, tentu Anda sudah pernah mengonsumsi atau setidaknya mendengar produk-produknya seperti Indomie, Pop Mie, Indomilk dan lain sebagainya. Nah kenapa Anda hanya mengonsumsinya saja?  kenapa Anda tidak mulai memiliki perusahaannya saja?

Atau jika Anda beli handphone pasti sering dengar Erafone dan garansi TAM, itu semua adalah milik perusahaan bernama PT. Erajaya Swasembada.

Kedua perusahan tersebut dan masih banyak perusahaan lainnya sahamnya bisa Anda miliki, bahkan dengan tidak perlu mengeluarkan banyak uang untuk menjadi salah satu pemilik perusahaan tersebut.

Misal saat artikel ini ditulis harga perlembar saham Erajaya adalah Rp. 2.200/lembar, sedangkan jumlah minimal pembelian saham di Bursa Efek Indonesia adalah 1 Lot yakni 100 lembar saham. Maka untuk ikut menjadi pemilik Erajaya Anda hanya membutuhkan uang kurang lebih Rp. 220.000 saja. Keren, bukan?

Kalau ada yang masih kurang jelas atau ada pertanyaan lain, silahkan tinggalkan di kolom komentar..

Apa tanggapanmu tentang Artikel di atas tadi ?