4 Tipe Kepribadian dalam Menggunakan Uang,  yang Manakah Kepribadiaan Anda?

Bayangkan saat Anda berjalan-jalan di Mall dan melihat komputer terbaru yang sudah lama Anda idam-idamkan, akhirnya sudah tersedia. Apa yang akan Anda lakukan ?

Atau jika Anda seorang yang hobi membeli tas maupun perhiasan lainnya pasti akan rela mengeluarkan uang lebih untuk mendapatkan barang yang Anda inginkan. Sementara beberapa orang lainnya pasti akan berpikir dua kali untuk membelanjakan uangnya untuk membeli tas atau komputer.

Itu semua terjadi karena kita semua memiliki kebiasan menggunakan uang dengan cara yang berbeda, tergantung dari lingkungan, pergaulan, standar di masyarakat dan juga dari pola asuhan saat masih kecil. Dilansir dari Success Resource hal itu bisa disebut dengan “Kepribadian Uang Anda”.

Inilah 4 Tipe Kepribadian dalam menggunakan uang. Yang manakah kepribadian Anda ?

1.The Hoader

takut kehilangan uang

The Hoader

The Hoader atau penimbun, adalah orang yang cenderung menyimpan uangnya untuk mendaptakan ‘keamanan finansial’. Tak peduli berapa banyak uang yang sudah ia simpan, ia tetap memiliki sifat konservatif yang sangat berhati-hati dalam mengeluarkan uangnya, dan selalu merasa takut jika keputusan yang diambilnya salah dan menyebabkan kemiskinan.

Perilaku umum Hoader:
  • Selalu berhati-hati dalam pengeluaran, bahkan cenderung pelit
  • Selalu mengecek saldo tabungan, ia sangat senang jika tabungannya bertambah
  • Suka menawar harga saat membeli barang
  • Lebih memilih portofolio yang aman seperti deposito dan tabungan
Saran untuk Hoaders:

Lakukanlah langkah baru untuk masa depan finansial anda. Ambil sesuatu yang agak beresiko dalam portofolio investasi Anda dan lihat bahwa tidak semuanya yang beresiko pasti akan menghabiskan seluruh uang Anda. Justru sebaliknya, investasi yang sedikit beresiko akan lebih meningkatkan keuntungan yang diperoleh.

 

2.The Spender

penghabis uang

The Spender

The Spender adalah orang yang suka menghabiskan uangnya. Tipe yang satu ini adalah kebalikan dari tipe the hoader.

Tipe spender ini lebih berani dalam membelanjakan uangnya, bahkan cenderung tidak bisa menahan keinginannya. Entah mereka mampu membelinya atau tidak yang penting mereka mendapatkan apa yang diinginkan demi gengsi.

Perilaku umum Spender:
  • Gengsi adalah nomor satu, membeli barang bermerek agar tampil percaya diri di depan orang lain
  • Senang berbelanja menggunakan kartu kredit tanpa kontrol yang jelas
  • Selalu ingin membuat orang terkesan dengan apa yang ia berikan

 

Saran untuk Spender:

Mulalilah buat anggaran (budgeting), patuhi budget yang Anda buat sendiri. Serta catat tiap pengeluaran, dengan begitu Anda dapat mengontrol keuangan Anda.

 

3.The Avoider

penghindar uang

The Avoider

Seperti namanya ‘Avoider’, kepribadian yang ketiga ini tidak merasa nyaman dengan apapun mengenai uang. Jadi sebisa mungkin orang yang bertipe avoider akan menghindari dan menjauhi topik-topik berhubungan dengan uang.

Perilaku umum seorang Avoider:
  • Sulit untuk membuat keputusan-keputusan yang berhubungan dengan keuangan.
  • Merasa tidak nyaman saat berbicara dengan topik keuangan, investasi, mengelola keuangan dan lain sebagainya.
  • Malas mengurus tagihan dan acuh terhadap kondisi keuangan keluarga. Cenderung menyerahkan semua masalah dan hal-hal berbau uang kepada pasangannya.
 Saran untuk Avoider:

Ubahlah pola pikir Anda tentang uang. Memang uang bukan segalanya, tapi Anda harus bisa mengatur keuangan dengan baik. Ambil lah kursus atau edukasi tentang keuangan agar Anda tidak selalu menghindarinya. Rencanakan pengeluaran Anda secara garis besar agar lebih terarah.

 

4.The Money Monk

uang panas

the money monk

Tipe money monk selalu menyerah soal masalah uang atau bisa disebut mereka tidak terlalu memikirkan uang. Tidak jarang orang dengan tipe ini memiliki pengertian yang mendalam mengenai ajaran agama dan politik, serta dibesarkan dari keluarga yang menganggap kapitalis adalah suatu hal yang buruk.

Perilaku umum Money Monk:
  • Anda merasa memiliki godaan uang, dapat menyebabkan seseorang merasa tamak.
  • Mempercayai bahwa uang dapat merusak perilaku.
  • Jika sedang mendapatkan rezeki, the money monk tidak bisa menunggu untuk menghabiskan. Jadi langsung disumbangkan untuk amal atau orang-orang yang membutuhkan.

 

Saran untuk Money Monk:

Anda perlu memahami bahwa uang tidaklah selamanya buruk. Salah satu hal yang membuat buruk adalah cara manusia menggunakan uang tersebut. Terkadang manusia serakah dan tamak dalam menggunakan uang.

 

Itulah 4 tipe orang dalam menghadapi uang. Memang suatu kebiasaan akan sulit dirubah namun jika kita berusaha untuk memperbaiki kekurangan yang dimiliki, mungkin hidup kita akan menjadi lebih baik.

Apa tanggapanmu tentang Artikel di atas tadi ?