4 Karakteristik Laporan Keuangan yang Baik Menurut IAI

laporan keuangan

Laporan keuangan adalah catatan informasi keuangan suatu perusahaan dalam periode akuntansi yang berguna untuk mengetahui kinerja suatu perusahaan tersebut.

Informasi ini bisa diguanakan bagi pihak internal seperti manajemen, karyawan dan juga pihak eksternal seperti investor, kreditor, maupun pemerintah.

Selain untuk mengetahui kinerja perusahaan di masa lalu, laporan keuangan juga dijadikan dasar untuk pengambilan berbagai keputusan di masa depan.

Nah, karena laporan keuangan adalah hal yang sangat penting maka dalam pembuatannya harus memenuhi karakteristik laporan keuangan yang telah ditentukan oleh Ikatan Akuntan Indonesia yaitu, dapat dipahami, relevan keandalan dan dapat diperbandingkan (IAI, 2002, hal.7-12)

 

Karakteristik Laporan Keuangan :

 

1. Dapat Dipahami (Understandabillity)

Informasi yang berkualitas adalah informasi yang dapat dengan mudah dipahami oleh pembacanya. Begitu juga dengan laporan keuangan juga harus disajikan dengan baik dan sesuai standart agar pemakai informasi laporan keuangan tersebut bisa dengan mudah memahami laporan keuangan tersebut.

Walaupun demikian, kesulitan pemakai untuk memahami informasi tertentu tidak bisa dijadikan alasan untuk tidak memasukan informasi itu ke dalam laporan keuangan, karena laporan keuangan harus transparan.

 

2. Relevan (Relevance)

Informasi dikatakan relevan apabila dapat mempengaruhi keputusan ekonomi pemakai, yaitu dengan cara dapat beguna untuk mengevaluasi peristiwa masa lalu.

Relevansi informasi bermanfaat dalam memprediksi atau meramalkan (predictive) dan penegasan (confirmatory),  yang keduanya saling  berkaitan satu sama lain.

Prediksi posisi keuangan dan kinerja di masa depan serta hal lainnya seringkali didasarkan pada informasi posisi keungan dan kinerja di masa lalu, inilah yang dimaksud dengan relevan.

oleh karena itu dengan laporan keuangan yang relevan akan menjadikan pemakai informasi laporan keuangan sehingga dapat mendukung atau mengubah suatu keputusan yang akan diambil nantinya.

 

3. Keandalan (Reliability)

Informasi yang baik harus and (reliable). Informasi memiliki keandalan jika tidak memiliki atau bebas dari pengertian yang menyesatkan, kesalahan material, dan penyajiannya dengan tulus atau jujur (Faithful Representation).

Keandalan informasi juga akan mempengaruhi relevansi, karena jika informasi yang disajikan andal maka akan semakin relevan. Begitu juga jika informasi tersebut tidak andal maka akan berpotensi besar untuk menyesatkan pemakai informasinya.

Keandalan informasi dipengaruhi oleh :

  • Penyajian Jujur
    Agar dapat diandalkan, maka informasi harus mnggambarkan dengan jujur keadaan sebenarnya, transaksi dan peristiwa yang seharusnya disajikan dan secara wajar.
  • Subsantansi Mengungguli Bentuk
    Jika informasi dimaksudkan untuk menyajikan degan jujur transaksi serta peristiwa lain yang seharusnya disajikan, maka peristiwa tersebut perlu dicatatat dan disajikan sesuai dengan substansi dan realitas.
  • Netralitas
    Informasi harus diarahkan pada kebutuhan umum pemakai, tidak bergantung pada kebutuhan dan keinginan pihak tertentu. Tidak boleh ada informasi yang menguntungkan beberapa pihak, yang akan merugikan pihak yang memiliki kepintingan yang berlainan.
  • Pertimbangan Sehat
    Ketidakpastian yang dihadapi dalam penyusunan laporan keuangan diakui dengan mengungkapkan hakikat serta tingkatnya dan dengan menggunakan pertimbangan sehat (prudence) dalam penyusunan laporan kuangan.Pertimbangan sehat menganfung unsur kehati-hatian pada saat melakukan perkiraan dalam kondisi ketidakpastian, sehingga aktiva atau penghasilan tidak dinyatakan terlalu tinggi dan kewajiban atau bean tidak dinyatakan teralu rendah.

    Namun demikian, penggunaan pertimbangan sehat tidak memperkenankan, seperti pembentukan cadangan tersembunyi atau penyisihan (provision) berlebihan dan sengaja menetapkan aktiva atu penghasilan yang lebih rendah atau pencatatan kewajiban atau beban yang lebih tinggi yang membuat laporan keuangan menjadi tidak netral dan akan menjadikan laporan keuangan tidak andal.

  • Kelengkapan
    Agar dapat diandalkan, informasi dalam laporan keuangan harus lengkap dalam batasan matrealitas dan biaya. Kesengajaan untuk idak mengungkapkan (omission) mengakibatkan informasi menjadi tidak benar atau mnyesatkan an karena itu tidak dapat diandalkan dan kurang relevansinya.

 

4. Dapat Dibandingkan

Pemakai laporan keuangan harus bisa membadingkan laporan keuangan perusahaan antarperiode untuk mengidentifikasi keccenderungan (trend) posisi dan kinerja keuangan. Pemakai juga harus dapat membandingkan laporan keuangn antarperusahaan untuk mngevaluasi posisi keuangan secara relatif.

Oleh karena itu, pengukuran dan penyajian, transaksi yang sama harus dilakukan secara konsisten.

Daya banding yang dimaksud adalah bukan berarti semuanya harus sama, melainkan harus berpegang pada standar akuntansi.

Tinggalkan Komentar

Be the First to Comment!

Leave a Reply

wpDiscuz